Kamis, Maret 23, 2017
Home > Berita > Penggrebekan Bandar Narkoba di Desa Pekalongan Kecamatan Batealit

Penggrebekan Bandar Narkoba di Desa Pekalongan Kecamatan Batealit

JEPARA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek gudang penyimpanan ratusan kilogram narkoba jenis sabu-sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, kemarin. Jaringan narkoba internasional disebut-sebut berada di balik kasus ini.

Penggerebekan dipimpin langsung Deputi Penindakan BNN Brigjen Pol Arman Depari didukung aparat Polres Jepara sejak pukul 13.00 WIB. Hasilnya, petugas menemukan 300 kg sabusabu dan menangkap sembilan tersangkadari tigalokasipenggerebekan, Jepara dan Semarang.

Mereka di antaranya adalah M Riaz alias Jane, 45, warga Pakistan; Didi Triyono, 40, selaku penyewa gudang; Sarkadi, 71, kuli gudang; Karim, 50, kuli gudang, warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara. Tindakan penggerebekan narkoba tersebut termasuk yang terbesar sepanjang tahun ini. Apalagi modus operasinya pun sangat unik. Sabu disembunyikan dalam 192 mesin genset merek Zhouma, lengkap dengan kardusnya.

sabu-1
Gambar 1.1 Dua tersangka yang berhasil diamankan saat penggrebekan

Per mesin rata-rata disembunyikan sabu seberat 1,7-1,9 kg. Jadi totalnya mencapai sekitar 300 kg. Barang-barang haram itu juga tersimpan rapi di gudang mebel sehingga tak ada orang yang curiga mengenai isinya. Diduga sabu itu berasal dari PakistandanmasukkeIndonesia melaluiPelabuhanTanjungEmas, Semarang sebelum sampai dikirim ke gudang mebelCV Jepara Raya Internasional di Jepara.

Gudang itu milik Yun Felizar, 40, warga Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Brigjen Pol Arman Depari mengatakan pihaknya telah mengamankan sembilan orang yang diduga kuat terkait dengan kasus ini. Mereka itu terdiri atas warga negara asing (WNA) dan WNI. Termasuk barang bukti mesin genset.

narkoba-2-500x500_c
Gambar 1.1 Narkoba diselundupkan dalam mesin genset

 

Karena itu, Arman mengklaim bahwa kasus penyimpanan ratusan kilogram sabu-sabu kualitas nomer satu inimelibatkanjaringaninternasional. Salah satunya adalah jaringan dari Pakistan. Namun mengenai jumlah pasti sabu yang disita, dia belum bisa memastikannya karena masih dalam proses penghitungan. ”Pastinya ratusan kilogram.

Tapi jumlah pastinya harus dihitung lagi,” kata Arman tadi malam. Berdasar pengamatan, di depan bangunan yang digerebek BNNtersebuttertulisCVJeparaya Int’l. Namun belum diketahui secara pasti kapan aktivitas penyimpanan sabu-sabu di gudang mebeltersebutdilakukan. Menurut salah seorang warga sekitar, Agus Priadi, 27, aktivitas di gudang tersebut sudah berjalan sekitar setahun terakhir.

Namun aktivitas para pekerja itu tak terus-menerus alias tidak tentu. Sebab kegiatan itu beberapa bulan pernah vakum, tetapi sesekali terlihat lagi aktivitas sejumlah pekerja di gudang tersebut. ”Sepertinya memang gudang mebel, tapi pastinya apa tak tahu,” ujar Agus yang rumahnya persis di samping gudang yang digerebek BNN itu.

Tiap kali ada aktivitas, menurut Agus, jumlah pekerja juga tak banyak. Hanya ada dua hingga maksimal lima orang. Aktivitas mereka beragam mulai dari memperbaiki meja atau kursi hingga menjemur mebel berbahan dasar kayu di halaman gudang. ”Saya tahunya saat mereka di depan gudang. Kalau aktivitas di dalam gudang saya tak tahu,” tutur Agus.

Gudang itu sebenarnya milik pasangan suami istri Ujang- Faizah yang rumahnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi. Namun gudang tersebut diketahui disewa selama dua tahun oleh warga asing dengan nilai Rp40 juta per tahun. ”Namanya siapa saya tak tahu. Tapi yang pasti memang orang asing, kalau penjaga gudangnya warga lokal. Sepertinya dua orang yang dibawa petugas itu yang warga lokal.

Kalau tak salah Pak Kadi dan Karim,” timpal salah seorang warga sekitar, Sripah. Warga lainnya, Machmud, mengaku tak pernah menaruh kecurigaan dengan aktivitas di gudang mebel yang digerebek BNN tersebut. Meski aktivitas terkait usaha mebel sepi, pihak penjaga gudang tak tertutup. Bahkan pernah saat ada salah satu kegiatan, warga diizinkan masuk dan bahkan melewati jalan dalam gudang tersebut.

”Sekitar 1,5 bulan lalu ada kumpulan warga. Nah , kebetulan warga yang ketempatan rumahnya di belakang gudang itu. Kami diperbolehkan lewat dalam gudang, makanya tak muncul kecurigaan sama sekali. Sebab biasanya kalau bermasalah pasti tertutup dan tak bisa diakses siapa pun,” tandasnya.

3 thoughts on “Penggrebekan Bandar Narkoba di Desa Pekalongan Kecamatan Batealit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *